Semua Berita Terbaru
Sejumlah aktivis Riau mengadakan kampaye publik untuk mendorong Penetapan Hari Ekosistem Riau di CFD Pekanbaru
PEKANBARU, 28 Desember 2025 – Sejumlah kalangan aktivis menggelar kampanye publik untuk menjaga kelestarian alam sekaligus mendorong penetapan 23 Februari sebagai Hari Ekosistem Riau. Aksi tersebut berlangsung di kawasan Car Free Day (CFD) Pekanbaru, Minggu pagi, dan menarik perhatian masyarakat yang tengah berolahraga maupun beraktivitas bersama keluarga. Dalam kegiatan tersebut, para aktivis membentangkan spanduk dukungan penetapan Hari Ekosistem Riau serta mengajak masyarakat membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk partisipasi publik. Kampanye dilakukan secara persuasif dan edukatif dengan menekankan pentingnya menjaga hutan, lahan gambut, sungai, serta seluruh ekosistem yang ada di Provinsi Riau. salah satu Aktivis Angga Udela menegaskan bahwa penetapan Hari Ekosistem Riau merupakan langkah penting untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap krisis lingkungan yang terus terjadi di daerah ini. “Hari Ekosistem Riau diharapkan menjadi momentum refleksi dan aksi bersama. Selama ini, dampak kerusakan lingkungan seperti kabut asap dan banjir masih sering dirasakan masyarakat. Karena itu, diperlukan pengingat tahunan agar isu lingkungan tidak dilupakan,” ujar Angga. Dukungan terhadap gagasan tersebut juga datang dari kalangan pelajar. Alvino, selaku Ketua Forum OSIS Pekanbaru, menilai penetapan Hari Ekosistem Riau penting untuk menanamkan kesadaran lingkungan sejak usia sekolah. “Generasi muda harus dilibatkan dalam isu lingkungan. Dengan adanya Hari Ekosistem Riau, sekolah-sekolah bisa menjadikannya sebagai momentum edukasi agar pelajar lebih peduli terhadap alam dan berperan aktif menjaga lingkungan,” kata Alvino. Respons positif turut disampaikan masyarakat yang hadir di CFD Pekanbaru. Rina (34), warga Pekanbaru, mengaku mendukung penuh inisiatif tersebut. “Kita sering merasakan kabut asap dan banjir. Adanya Hari Ekosistem Riau bisa menjadi pengingat bagi semua pihak untuk lebih serius menjaga lingkungan,” ujarnya. Hal senada diungkapkan Ahmad (42), warga lainnya, yang menilai hari khusus tersebut dapat mendorong kepedulian lintas generasi. “Kalau ada hari khusus, masyarakat dan anak-anak jadi lebih ingat pentingnya menjaga alam. Ini langkah baik untuk masa depan Riau,” katanya. Para penggerak kampanye berharap, aspirasi yang disuarakan melalui kegiatan di CFD Pekanbaru ini dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah, sehingga Hari Ekosistem Riau dapat ditetapkan secara resmi dan menjadi agenda tahunan yang mendorong pembangunan berkelanjutan serta berkeadilan ekologis di Riau.
TURUNNYA HARGA KELAPA SAWIT DI KUANSING PADA AKHIR DESEMBER 2025 MENCAPAI SEKITAR RP 3.200 PER KILOGRAM
Kuantan Singingi – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) mengalami penurunan pada akhir Desember 2025. Salah satu pabrik kelapa sawit di wilayah tersebut, PT MAS Tanjung Pauh, mencatat penurunan harga yang cukup signifikan. Sebelumnya, harga TBS kelapa sawit di PT MAS Tanjung Pauh berada di angka Rp3.410 per kilogram. Namun, pada pertengahan hingga akhir Desember 2025, harga tersebut turun menjadi sekitar Rp3.200 per kilogram. Penurunan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan petani sawit, khususnya petani swadaya. Dava Valerino, salah satu warga Kuansing yang ditemui pada 20 Desember 2025, membenarkan kondisi tersebut. Ia menyampaikan bahwa turunnya harga sawit membuat banyak petani merasa khawatir, kecewa, dan resah karena berpotensi mengancam pendapatan keluarga. “Benar, Kak. Warga sangat merasakan dampaknya. Banyak petani merasa pendapatan mereka terancam. Ada yang menahan penjualan TBS, bahkan ada juga yang mengeluhkan kondisi ini melalui media sosial,” ujar Dava. Menurutnya, kelapa sawit menjadi sumber penghasilan utama bagi sebagian besar petani di Kuansing, dengan kontribusi mencapai 70 hingga 80 persen dari total pendapatan keluarga. Penurunan harga ini dikhawatirkan akan berdampak langsung pada kesejahteraan sosial dan ekonomi petani, termasuk pemenuhan kebutuhan pendidikan dan kesehatan keluarga. Petani swadaya menjadi kelompok yang paling terdampak karena ketergantungan mereka terhadap tengkulak serta fluktuasi harga pasar global. Mereka tidak memiliki banyak pilihan selain mengikuti harga yang ditetapkan pabrik dan kondisi pasar. Para petani berharap adanya perhatian dan langkah konkret dari pemerintah daerah maupun pihak terkait untuk menjaga stabilitas harga sawit, sehingga kesejahteraan petani dapat tetap terjamin di tengah kondisi pasar yang tidak menentu.
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau melaksanakan kegiatan sosialisasi Anti Radikalisme di Sekolah Menengah Atas Negeri 5 Tapung
Mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Riau program studi Teknik Informatika angkatan 2024 melakukan kegiatan sosialisasi bertemakan Anti Radikalisme yang dilaksanakan pada hari selasa tanggal 16 desember 2025 di Sekolah Menengah Atas Negeri 5 Tapung yang beralamat di Karya Indah, kecamatan Tapung, kabupaten Kampar. Kegiatan ini dilaksanakan pagi hari pukul 09.00 sampai 11.00 WIB . Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan para siswa/siswi di SMAN 5 Tapung terhadap betapa petingnya pengetahuan mengenai radikalisme, saling mengharagai dan berempati tanpa membedakan Suku, Ras, Agama, dan Antargolongan. Sosialisasi tersebut diikuti oleh sekitar 20 orang siswa dan siswi yang sangat antusias sekali mendengarkan pemaparan materi Anti Radikalisme. Materi yang di sampaikan mencangkup pengertian Radikalisme, Bahaya Radikalisme, dan Menolak Keras Radikalisme, tidak hanya itu saja mereka juga memberikan hadiah kepada Siswa Siswi yang berhasil menjawab pertanyaan dari pemateri. Kegiatan sosialisasi ini di selenggarakan oleh mahasiwa Universitas Muhammadiyah Riau yang terdiri dari M. Farrel Sefrindra Ghani, Anugrah Hermawan, Ilham Habibi, Nofri Firwanda, Marwan Hanif, Asyraf Nashrullah, Raffa Fethreatna Syuqra, Dian Petrus, Juan Setiawan, Rayhan Perdana Erga, M. Farel Rava. Para mahasiswa berperan aktif dan kreatif dalam penyampaian materi, pendampingan diskusi, serta pelaksanaan kuis edukatif dan kreatif kepada para Siswa dan Siswi. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah. Wakil kurikulum SMA Negeri 5 Tapung, Ibuk Hera Dharmayeti menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau yang telah berkontribusi memberikan edukasi positif kepada siswa. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan sebagai upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari Radaikalisme. Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau berharap para siswa dan siswi dapat lebih peka terhadap tindakan Radikalisme dan berani bersikap untuk mencegah serta melaporkannya, demi terciptanya lingkungan pelajar yang sehat dan harmonis.
Mahasiswa KKN Mas Kelompok 134 Gelar Sosialisasi Pencegahan Hipertensi dengan Ramuan Herbal di Desa Banjar Seminai
Siak, 2 September 2025 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mas Kelompok 134 melaksanakan program sosialisasi kesehatan bertema “Efektivitas Sosialisasi Kesehatan Terhadap Peningkatan Pengetahuan Pencegahan Hipertensi dengan Ramuan Herbal” di Desa Banjar Seminai, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Selasa (2/9/2025). Hipertensi dikenal sebagai silent killer karena sering tidak menimbulkan gejala hingga berujung pada komplikasi. Rendahnya pemahaman masyarakat, ditambah beredarnya mitos seputar obat antihipertensi, membuat sebagian penderita enggan menjalani pengobatan rutin. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Mas 134 memperkenalkan pencegahan hipertensi berbasis non-farmakologis dengan memanfaatkan ramuan herbal. Beberapa bahan yang digunakan antara lain jahe, serai, kayu manis, madu, mentimun, apel, seledri, dan bawang putih. Bahan-bahan tersebut dinilai mudah diperoleh, terjangkau, dan ramah lingkungan. Selain penyuluhan materi, masyarakat juga diajak mengikuti demonstrasi pembuatan ramuan herbal. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, membentuk sikap positif, sekaligus melatih keterampilan praktis masyarakat dalam membuat ramuan herbal sebagai pendamping pengobatan medis. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya perubahan perilaku signifikan, dengan skor rata-rata meningkat dari 1,5 sebelum kegiatan menjadi 3,8 setelah kegiatan. Peserta juga tampak antusias mencoba gaya hidup sehat, termasuk mengonsumsi ramuan herbal. “Respon masyarakat sangat baik, terutama saat sesi praktik. Mereka merasa bahan-bahan herbal ini mudah diperoleh, murah, dan bisa dibuat di rumah. Harapannya, kebiasaan sehat ini dapat diterapkan secara berkelanjutan,” ujar salah satu mahasiswa KKN Mas 134. Kader Posyandu Desa Banjar Seminai turut menyambut positif kegiatan ini. Mereka berkomitmen untuk melanjutkan edukasi serupa dalam kegiatan rutin, sehingga pengetahuan tentang pencegahan hipertensi tidak berhenti pada satu kesempatan saja. Dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa KKN Mas Kelompok 134 berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya hipertensi semakin meningkat, sekaligus mendorong lahirnya budaya hidup sehat yang mandiri di Desa Banjar Seminai.
KASUS BULLYING KOTA PEKANBARU ANAK SMA 9 MENJADI KORBAN
Pekanbaru - Seorang siswa SMA Negeri 9 Pekanbaru berinisial FL harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Santa Maria Pekanbaru. Ia menderita patah tulang hidung dan memar serius di bagian mata kiri hingga penglihatannya terganggu setelah diduga menjadi korban pengeroyokan sejumlah pelajar. Orang tua korban, Lisa, menuturkan insiden bermula pada Senin (15/9/2025) sore di lingkungan sekolah. Awalnya, FL dilempari sebuah pena oleh seorang murid yang tidak dikenal. Tak lama kemudian, ia didorong beberapa siswa hingga terjatuh, lalu ditantang duel di Jalan Diponegoro. Di lokasi tersebut, FL dianiaya hingga mengalami luka parah. “Bahkan sebelumnya, anak saya sempat didorong hingga jatuh ke dalam parit saat mengambil air wudhu di sekolah. Dari rangkaian kejadian itu, hidungnya patah, mata kirinya lebam parah hingga pandangannya kabur,” ujar Lisa, Rabu (17/9/2025). Akibat luka yang dialami, FL harus menjalani operasi medis dan kini masih dalam tahap pemulihan. Berbeda dengan keterangan orang tua korban, pihak sekolah menegaskan bahwa insiden tersebut bukan pengeroyokan melainkan duel satu lawan satu di luar lingkungan sekolah. Kepala SMAN 9 Pekanbaru, Darmina, menjelaskan pihaknya baru mendapat laporan dari orang tua pada Selasa (16/9/2025) malam. Keesokan harinya, siswa yang terlibat langsung dipanggil untuk dimediasi bersama guru BK, wali kelas, dan orang tua. “Yang terjadi itu duel satu lawan satu, bukan pengeroyokan. Anak-anak lain hanya menonton. Itu pun kejadiannya di luar sekolah,” kata Darmina, Kamis (18/9/2025). Darmina menambahkan, persoalan bermula dari gurauan saat wudu menjelang salat zuhur di sekolah, lalu berlanjut hingga duel di Jalan Diponegoro sekitar pukul 17.00 WIB. Pihak sekolah bersama orang tua juga telah menjenguk korban di rumah sakit. Meski demikian, keluarga korban memilih menempuh jalur hukum. Lisa menegaskan telah melaporkan kasus ini ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Pekanbaru dan menolak ajakan damai dari pihak sekolah. “Saya tidak akan mencabut laporan. Anak saya sudah 3 hari dirawat, tetapi pihak sekolah baru datang hari ketiga,” tegasnya.
Kolaborasi Lintas Negara: KKN Internasional Mahasiswa UMRI Turut Sukseskan Persembahan Pentas Amal Islami di Masjid Negeri Shah Alam
Shah Alam, Malaysia—Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Malaysia turut berperan aktif dalam kegiatan Persembahan Pentas Amal Islami. Acara ini diselenggarakan oleh Persatuan Tadika Islam Wilayah & Selangor (PETIWIS) Sabtu, 19 Juli 2025, bertempat di Dewan Muzzakarah Masjid Negeri Shah Alam, Selangor. Dalam kegiatan ini, mahasiswa UMRI dipercaya menjadi bagian dari panitia penyelenggara. Mereka bekerja sama dengan tim PETIWIS dalam mengatur berbagai aspek acara, mulai dari persiapan lokasi, penyambutan tamu, hingga dokumentasi jalannya kegiatan. Kehadiran para wali murid, masyarakat lokal, serta tokoh setempat semakin menambah semarak dan antusiasme dalam mendukung acara bernuansa Islami tersebut. Pentas Amal Islami dimeriahkan oleh penampilan anak-anak dari berbagai tadika di wilayah Selangor dan dengan penuh semangat, mereka mempersembahkan nasyid, puisi Islami, hingga drama pendek bertemakan nilai moral dan akhlak mulia. Setiap penampilan mencerminkan semangat dakwah sejak usia dini yang disampaikan melalui seni kreatif, edukatif, sekaligus menyentuh hati. Bagi mahasiswa UMRI, pengalaman ini menjadi wujud nyata pengabdian masyarakat di ranah internasional. Selain memperluas wawasan lintas budaya, mereka juga terlibat langsung dalam mendukung dakwah dan pembangunan sosial-keagamaan di tengah masyarakat Muslim Malaysia. Ketua PETIWIS sekaligus Founder Al-Fikh Orchard, Puan Hajjah Siti Ruzita, mengungkapkan rasa terima kasih atas kontribusi mahasiswa UMRI. “Saya ingin mengucapkan terima kasih atas kerjasama mahasiswa UMRI yang menbantu menjayakan Pentas Amal Islami hari ini. Hanya Allah SWT. yang dapat membalas segala titik peluh dan usaha kalian,” ujarnya. Kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam mempererat jalinan Ukhuwah Islamiyah sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara UMRI dan komunitas Muslim di Malaysia. Dengan semangat memperkukuh Ukhuwah Islamiah, kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi pijakan penting dalam memperkuat pengembangan pendidikan dan dakwah Islami lintas negara.
Mahasiswa UMRI Kembangkan “Smart Recycle”: Tong Sampah Otomatis dan Biopori di SDN 08 Kemuning Muda
Siak – Permasalahan sampah masih menjadi salah satu isu besar di Indonesia, tak terkecuali di lingkungan sekolah. Melihat kondisi tersebut, sekelompok mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) bersama mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung dan Universitas Muhammadiyah Pringsewu menggagas inovasi pengelolaan sampah berbasis teknologi. Program bertajuk “Smart Recycle: Pemilah Sampah Otomatis dan Biopori untuk Lingkungan Hijau” resmi diluncurkan di SDN 08 Kemuning Muda, Kecamatan Bunga Raya, Kabupaten Siak. Program ini memadukan dua pendekatan, yaitu tong sampah otomatis berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu memilah sampah organik, anorganik, dan kaleng secara mandiri, serta lubang biopori sebagai media pengolahan sampah organik menjadi kompos ramah lingkungan. Inovasi ini diharapkan mampu menjawab tantangan pengelolaan sampah sekaligus menjadi sarana edukasi lingkungan bagi siswa. Menurut Fauzan Azim, S.Pd., M.Kom, dosen pembimbing sekaligus koordinator program, penerapan Smart Recycle tidak hanya menghadirkan solusi teknis, tetapi juga memiliki misi pendidikan. “Kami ingin menanamkan karakter peduli lingkungan sejak dini. Dengan teknologi ini, siswa tidak hanya belajar membuang sampah pada tempatnya, tetapi juga memahami pentingnya memilah dan mengolah sampah,” jelasnya. Hasil implementasi menunjukkan respon positif dari siswa dan guru. Siswa merasa lebih tertarik membuang sampah pada tempatnya karena adanya sistem otomatis berbasis sensor, sementara guru memanfaatkan program ini sebagai media pembelajaran langsung mengenai kebersihan dan kelestarian lingkungan. Selain itu, pembuatan biopori di halaman sekolah terbukti bermanfaat ganda: mengurangi timbunan sampah organik serta meningkatkan daya resap air tanah. Dengan demikian, program ini tidak hanya membantu menjaga kebersihan sekolah, tetapi juga memberikan dampak ekologis yang berkelanjutan. Adryan Maha Putra, salah satu mahasiswa pelaksana, menambahkan bahwa program ini bisa menjadi model pengelolaan sampah sekolah yang dapat direplikasi di daerah lain. “Harapan kami, inovasi ini bisa terus dikembangkan, tidak hanya di sekolah dasar, tetapi juga di masyarakat luas agar tercipta lingkungan yang lebih hijau dan sehat,” ujarnya. Melalui Smart Recycle, mahasiswa berharap dapat berkontribusi nyata dalam mendukung program pemerintah menuju pengelolaan sampah cerdas, berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan.
Warga Pangkalan Pisang Meriahkan HUT RI ke-80 dengan Jalan Santai dan Aneka Lomba
Pangkalan Pisang – Menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, warga Kampung pangkalan pisang menggelar berbagai kegiatan meriah pada Senin pagi, 18 Agustus 2025. Meski langit sempat diselimuti mendung, semangat masyarakat untuk merayakan hari bersejarah bangsa tetap membara. Sejak pukul 07.00 WIB, halaman taman kampung pangkalan pisang sudah dipadati warga dari berbagai kalangan. Acara dibuka dengan jalan santai yang dihadiri warga kampung pangkalan pisang. Dengan penuh keceriaan, warga berbaris rapi menyusuri jalanan Kampung Pangkalan Pisang sembari bersenda gurau dan semarak dalam pembagian kupon. Setelah garis finis tercapai, panitia mengumumkan pembagian doorprize. Antusiasme warga semakin terasa ketika hadiah-hadiah menarik, mulai dari perlengkapan rumah tangga hingga hadiah utama yaitu kulkas, diundi bagi peserta yang beruntung. Sorak sorai pun pecah setiap kali nomor undian disebutkan. Tidak berhenti sampai di situ, suasana semakin semarak dengan dimulainya berbagai lomba khas tujuh belasan. Anak-anak hingga orang dewasa berpartisipasi dalam balap karung, makan kerupuk, joget balon, hingga tarik tambang. Tawa riang terdengar di setiap sudut arena, terutama ketika peserta jatuh bangun dalam balap karung atau saat kerupuk yang digantung tinggi sulit dijangkau. Puncak keceriaan terjadi pada lomba tarik tambang. Kegiatan ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antarwarga. Semangat gotong royong dan kebersamaan yang ditunjukkan menjadi cerminan nilai-nilai perjuangan para pahlawan bangsa. Dengan penuh semangat, masyarakat Kampung pangkalan pisang menyambut Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia sebagai pengingat bahwa kemerdekaan bukan hanya diwarisi, tetapi juga harus terus dijaga dan diisi dengan hal-hal positif.
TABLIGH & PERPISAHAN MAHASISWA KKN MAS UMRI 2025
Pada hari Sabtu, 6 September 2025, bertempat di Masjid Ar-Rahmah Desa Pangkalan Pisang, Kecamatan Koto Gasib, telah dilaksanakan kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan tema “Tabligh & Perpisahan Mahasiswa KKN MAS UMRI 2025”. Acara dimulai pada pukul 20.00 WIB (ba’da Isya) dan dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an. Kegiatan ini dihadiri oleh masyarakat Desa Pangkalan Pisang, Sekcam, tokoh agama, serta mahasiswa KKN MAS UMRI 2025. Dalam kegiatan tersebut, tausiyah atau ceramah disampaikan oleh Ustadz Suhadi, S.Pd., yang memberikan pesan-pesan hikmah tentang pentingnya meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dan menjaga ukhuwah antarumat. Sebelum acara dimulai, pada waktu Ashar, para ibu-ibu setempat telah mengantarkan makanan yang berisi gorengan, kue, dan buah-buahan kepada panitia. Selanjutnya, makanan tersebut dibungkus oleh panitia dan dibagikan kepada seluruh hadirin pada saat acara berlangsung ba’da Isya. Acara berjalan dengan khidmat, tertib, dan lancar. Suasana semakin haru ketika pada akhir acara para mahasiswa KKN MAS UMRI 2025 melakukan salam-salaman dengan masyarakat setempat sebagai bentuk perpisahan dan ungkapan terima kasih atas dukungan serta kebersamaan selama kegiatan KKN. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan silaturahmi antara mahasiswa dan masyarakat Desa Pangkalan Pisang semakin erat dan menjadi kenangan berharga bagi semua pihak.
STOP BULLYING DI LINGKUNGAN SEKOLAH”
Pada hari Senin, 1 September 2025, telah dilaksanakan kegiatan Sosialisasi Stop Bullying di Lingkungan Sekolah yang bertempat di SDN 05 Desa Pangkalan Pisang, Kecamatan Koto Gasib. Kegiatan ini ditujukan khusus untuk siswa-siswi kelas 6 SD dengan tujuan memberikan pemahaman mengenai bahaya bullying serta cara mencegah dan menghentikan tindakan perundungan di lingkungan sekolah. Acara dimulai pada pukul 09.00 WIB dan dibuka oleh perwakilan KKN serta pihak sekolah. Dalam kegiatan ini, para siswa diberikan materi mengenai: • Pengertian bullying dan dampaknya • Bentuk-bentuk bullying (verbal, fisik, dan sosial) • Cara mencegah serta menghentikan bullying • Pentingnya menjaga sikap saling menghargai dan menghormati teman Setelah penyampaian materi, dilaksanakan sesi tanya jawab. Siswa yang berani mengajukan pertanyaan atau menjawab pertanyaan dari pemateri diberikan hadiah berupa buku dan pena sebagai bentuk apresiasi. Sebagai bentuk dukungan dan semangat belajar, seluruh siswa mendapatkan bingkisan berisi snack. Kegiatan berlangsung dengan lancar, sukses, dan penuh antusiasme. Para siswa terlihat aktif, senang, dan memahami pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.
Stop Perundungan, Mahasiswa KKN MAS 2025 Kelompok 20 Ajak Siswa SMPN 01 Mempura Saling Menghargai
Siak – 21 Agustus 2025 Mahasiswa KKN MAS 2025 Kelompok 20 menyelenggarakan sosialisasi anti-bullying di SMPN 01 Mempura, Desa Benteng Hulu Siak, Kamis (21/8/2025). Acara yang diikuti siswa, guru, dan orangtua ini bertujuan menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya menciptakan sekolah yang aman dan bebas perundungan. Materi disampaikan secara interaktif melalui diskusi, permainan peran, hingga latihan keterampilan sosial. Para siswa dilatih mengenali tanda-tanda bullying serta cara merespons dengan tepat. “Kami percaya sekolah harus jadi tempat yang aman untuk belajar dan tumbuh. Bullying harus dihentikan bersama, bukan dibiarkan,” ujar salah seorang fasilitator dari KKN Kelompok 20. Kegiatan ditutup dengan pembacaan janji anti-bullying oleh perwakilan siswa. Para guru dan siswa menyambut kegiatan ini dengan antusias, bahkan beberapa guru berencana memperkuat aturan serta mekanisme pelaporan kasus di sekolah. Melalui program ini, diharapkan terbentuk budaya saling menghormati dan tercipta lingkungan pendidikan yang ramah bagi semua anak.
Peduli Gizi Balita, Mahasiswa KKN MAS 2025 Kelompok 20 Gelar Sosialisasi di Posyandu Cendana
Siak – 8 Agustus 2025 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyiyah (KKN MAS) 2025 Kelompok 20 menggelar sosialisasi gizi untuk balita di Posyandu Cendana, Dusun Sehati, Desa Benteng Hulu Siak, Jumat (8/8/2025). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman orangtua mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang sejak dini. Acara berlangsung interaktif melalui edukasi singkat, praktik “Isi Piringku”, pemeriksaan tumbuh kembang balita, serta sesi tanya jawab. Orangtua diajak memahami bahwa gizi seimbang tidak harus mahal, melainkan cukup dengan pemilihan bahan makanan yang tepat. “Kami ingin orangtua tahu bahwa dengan pengetahuan sederhana, anak bisa tumbuh optimal,” ujar salah satu perwakilan KKN Kelompok 20. Warga menyambut positif kegiatan ini. Salah seorang ibu peserta mengaku terbantu dengan informasi menu praktis dan bergizi yang bisa diaplikasikan sehari-hari. Selain meningkatkan pengetahuan gizi, kegiatan ini juga memperkuat kerja sama antara mahasiswa, kader posyandu, dan masyarakat desa.